Cara Kerja Algoritma Versi HummingBird

trikpos - Sejak google meluncurkan update 80% algoritmanya beberapa waktu lalu dengan teknik paling anyar dan tercanggih saat ini yang disebut “algoritma hummingbird”telah memunculkan berbagai macam spekulasi di semua kalangan para blogger dan situs pembisnis online.


Saya sendiripun sempat habis pikir kenapa Google memberi nama dengan sebutan Hummingbird, yang pasti update terbaru dari Google tersebut menunjukkan bahwa mereka benar-benar memperhatikan hasil pencarian di mata mesin pencarian mereka.

Algoritma Hummingbird Google memungkinkan dapat menangani pencarian dalam bentuk yang lebih horisontal. Dengan kata lain, mesin telusur Google dapat mengurai dan memecahkan sebuah pertanyaan atau pencarian yang lebih rinci. Para pebisnis online atau pemilik website yang mengandalkan mesin pencari Google untuk trafik mereka tentunya perlu mengetahui strategi apa yang harus dilakukan untuk menyesuaikan diri kedepanya.

Baca juga : Blog Anda Ingin Di Sayang Google ? Lakukan 4 Setrategi Ini

Berdasarkan analisa dari hasil penelusuran saya yang berkaitan dengan opini dan juga dari berbagai pendapat, Menurut prediksi Morgan Stanley, sebuah perusahaan finansial multinasional yang berlokasi di Amerika, jumlah pengunaan perangkat mobile akan mengalahkan jumlah penggunaan desktop dalam dua tahun ke depan. Jadi, bukan Google namanya kalau tidak pintar memanfaatkan peluang seperti ini. Semakin banyak pengguna, semakin banyak trafik, tentunya semakin banyak profit...katanya!

Selain yang disebutkan di atas, Hummingbird juga membuat perubahan yang cukup besar dalam menampilkan hasil pencarian Google. Sebelumnya mesin telusur Google sangat memperhatikan sebuah kata kunci yang diketikkan dan mengabaikkan kata-kata tertentu dalam pencarian mereka. Sekarang Google mempertimbangkan setiap kata dalam query untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik. Dengan kata lain, “long tail keywords” atau “kata kunci yang panjang” menjadi sesuatu yang sangat penting di era Hummingbird.

Disitu saya bisa menyimpulkan
bahwa dengan Google memilih nama Hummingbird adalah karena google sangat yaqin update alogritma nya ini akan memberikan hasil pencarian yang “tepat dan cepat”, Google Hummingbird akan memberikan hasil pencarian yang lebih relevan dari sebelumnya.

Lalu Bagaimana Cara Kerja Hummingbird ?
Sejak munculnya update Google Penguin dan Google Panda beberapa waktu yang lalu, cukup banyak pemilik website dan pebisnis online yang kewalahan karena mengalami dampak yang sangat besar pada trafik mereka. Lalu sekarang muncul lagi Hummingbird. Mungkin Anda, dan saya juga penasaran, sebenarnya perubahan seperti apa yang akan terjadi pada hasil pencarian mesin telusur Google.

Perubahan Apa Yang Dilakukan Hummingbird ?
Google memperhatikan kebiasaan banyak penggunanya ketika mengetikkan kata kunci di mesin telusur mereka. Kebanyakan orang cenderung mengetikan kata-kata yang panjang dan spesifik dalam mencari informasi di Google dengan menggunakan perangkat mobile. Artinya, munculnya Humming merupakan sebuah indikasi bahwa Google ingin ‘merangkul’ para pengguna perangkat mobile.

Tahun lalu Google meluncurkan Google Knowledge Graph, dan Hummingbird bekerja dengan menggunakan Google Knowledge Graph. Dengan Google Knowledge Graph, mesin telusur akan lebih memahami hubungan antar konsep, bukan hanya keywords. Artinya, Hummingbird dirancang untuk fokus pada makna dari kata-kata yang diketikkan di Google, bukan hanya sekedar kata kunci. Dengan begitu, halaman website yang paling sesuai dengan arti dari query akan mendapatkan peringkat lebih baik dibandingkan halaman website yang kata kuncinya cocok beberapa kata saja.

Google akan mampu memberikan jawaban untuk pertanyaan yang lebih kompleks. Di tanbah dengan penambahan Google Knowledge Graph juga akan memungkinkan mesin telusur Google untuk lebih memahami pertanyaan-pertanyaan lanjutan. Misalnya ketika kita mengetikkan kata kunci “Candi Borobudur” di Google, mesin pencari ini akan tahu bahwa kita mungkin akan mencari pertanyaan lain, seperti “berapa luas area candi borobudur”.

Selain itu, Google juga dapat menjawab pertanyaan yang lebih kompleks. Menurut Amit Shinghal, kemampuan ini sangat dibutuhkan oleh sebuah mesin telusur karena semakin banyaknya pengguna perangkat mobile yang melakukan pencarian mereka di mesin pencari Google dengan “bahasa alami”.


Lantas Apa Yang Kita Lakukan Sebagai Pemilik Website ?
1. Buat situs Anda mudah diakses melalui perangkat mobile:
anda bisa menggunakan template responsive yang lebih di khususkan jika situs di akses via perangkat mobile,
Pastikan bahwa situs Anda memiliki versi mobile yang mudah diakses melalui smartphone atau tab seperti blog trikpos ini

2. Tetap Fokus pada konten Anda.
Google Hummingbird telah menunjukkan bahwa mesin telusur Google mampu memahami pertanyaan dari penggunanya, dan bukan hanya berdasarkan kata kunci saja. Konten yang memberikan jawaban yang spesifik akan lebih penting dan mendapat peringkat lebih baik di era Hummingbird.

Artikel Menarik lainya : Cara Cepat Agar Artikel Terindex Google Dalam Hitungan Detik

Update artikel anda sesering mungkin , semakin banyak artikel yang anda tambahkan akan semakin baik pula content dalam blog anda, dan ini sangat membantu memberikan jawaban pada audiens Anda, akan sangat membantu proses SEO blog Anda. Memberikan konten dengan analisa dan keahlian yang dikhususkan pada topik tertentu adalah cara yang baik untuk keberhasilan konten Anda.

Demikian penjelasan mengenai Cara Kerja Algoritma Versi HummingBird Buat yang baru tau bisa dicoba sendiri dan bagi yang berbaik hati bisa di share artikel ini di media sosial kalian, pliiis..!